jump to navigation

Berlari Tiada Henti… December 11, 2009

Posted by noorzaza in Balita.
Tags: ,
trackback

HHfff… penting banget niy buat dinote… habisss… mirip banget sama ahnaf… sampe-sampe kalo ahnaf udah tidur… yang lainnya langsung pada tidur juga karena kecapekan ngejagainnya… hihihi…

Parents Guide Juli 2009

Si kecil berlarian kesana kemari seolah tak punya rasa lelah. Kalau tidak diawasi, siapa yang bisa menjamin keselamatannya? Namun kalau harus seharian mengikutinya berlari tiada henti, siapa yang sanggup?

Bergerak dan Bergerak

Kemampuan motorik kasar si kecil pada usia 2 tahun secara normal berkembang sangat pesat dan dia begitu menikmati kemajuannya dengan selalu bergerak dan bergerak. Menurut Dr. Richard C. Woolfsoon dalam bukunya “Small Talk”, si kecil mampu bergerak cepat saat dia menempuh arah garis lurus, berdiri dengan satu kaki sementara kaki yang lain menendang bola, melempar dan menangkap bola dari posisi duduk, menari mengikuti musik berirama, jongkok dan berputar dengan tepat karena keseimbangan yang baik, dan juga berlari dengan mantap dan jarang jatuh, meskipun masih susah menghentikan lari dengan cepat.

Sementara itu, rasa ingin tahu yang besar dan keinginan bereksplorasi pada hal-hal yang menarik perhatiannya membuat si kecil tidak pernah bisa berdiam diri. Dia akan bergerak, berlari ke sana ke mari sambil membuka, menutup, membongkar, memanjat, mencium, memotong, mengintip, mendorong, meremas, menyobek, memukul, bahkan membanting benda apapun yang menarik perhatiannya. Kegiatannya ini seringkali membuat rumah berantakan, dan tak jarang akhirnya berujung pada keluarnya larangan ini dan itu dari orangtua. Namun sepertinya, larangan tersebut kurang bijak diterapkan karena pada saat itulah berbagai kemampuan sedang mereka asah. Dengan selalu bergerak berarti anak mengasah kemampuan motorik kasarnya.

Kegiatan fisik seperti berlari, melempar, melompat, dan menendang, akan menyehatkan si kecil karena merangsang pertumbuhan dan kepadatan tulang-tulang dan otot secara optimal. Selain itu, dengan selalu bergerak dapat membuat hormon-hormon dalam tubuh si kecil bekerja dengan baik, terhindar dari obesitas dan penyakit yang biasa menyertainya. Sementara eksplorasi, akan menambah pengetahuannya pada hal-hal baru tentang diri mereka dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan tersebut akan merangsang perkembangan kecerdasan dan kepercayaan diri anak.

Bermain dan Bermain

Namun kalau harus seharian mengikuti anak bergerak kesana kemari sepertinya kita tidak sanggup karena masih ada pekerjaan lain yang harus kita lakukan. Oleh karena itu peran orangtua sangat diperlukan untuk memfasilitasi kebutuhan anak untuk bergerak, namun tidak membuat kita harus selalu mengawasi secara penuh dalam setiap gerak-geriknya. Karena dunia anak adalah dunia bermain, maka kita harus mendukung kegiatan mereka untuk selalu bergerak dengan aman, senang, dan gembira, dengan cara:

  1. Siapkan ruang yang lapang. Bukan berarti rumah yang mungil tidak bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bergerak. Pengaturan ruang yang bijak dengan penempatan furniture yang tepat membuat anak bisa bergerak dengan nyaman tanpa takut tersandung atau menabraknya.
  2. Simpanlah kristal, keramik, dan barang pecah belah lainnya, jauh dari jangkauan anak. Jika anda tidak ingin barang kesayangan anda menjadi objek eksplorasi si kecil, simpanlah barang-barang tersebut di tempat yang aman.
  3. Untuk memberi stimulasi kecerdasan yang lain, salurkan kegemaran mereka berlari dengan permainan yang kreatif. Misalnya dengan permainan harta karun. Bekerjasamalah dengan seluruh penghuni rumah untuk menyukseskan permainan ini. Sampaikan bahwa hadiah menarik (harta karun) akan menantinya jika dia berhasil menemukan petunjuk terakhir. Mintalah dia bertanya pada ayahnya, maka ayahnya akanmemberi petunjuk jika dia bisa menebak suara sebuah binatang. Jika berhasil, ayah memintanya berlari ke kakek untuk meminta petunjuk yang lain. Kakek akan memberi petunjuk jika dia bisa menyebutkan nama anggota tubuh yang disentuh kakek. Begitu seterusnya sampai kepada orang terakhir, maka dia akan mendapat hadiah semangkuk es krim yang lezat atau hadiah yang lain. Permainan ini sangat memangtan dan menyenangkan bagi anak, serta mengandung banyak stimulasi yang sangat bermanfaat bagi kecerdasan mereka.
  4. Sekali waktu, ajaklah mereka pergi ke taman atau tanah lapang. Biarkan mereka berlari, melompat, dan menendang untuk memuaskan keinginan bergeraknya.
  5. Carikan kegiatan alternatif yang membutuhkan cukup konsentrasi. Supaya tidak selalu bergerak, ajaklah anak menyusun puzzle sesuai umur, menyusun balok dan lego, atau mencari pasangan mainan. Selain itu, mereka juga mulai bisa diajak membereskan mainan, menyiram bunga, mencuci mobil, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut cukup membuat mereka sibuk dan dan bergerak tanpa harus berlari kesana kemari.

Berbahagialah apabila si kecil senang berlari, karena hal ini berarti dia mengalami perkembangan yang normal sesuai dengan umurnya. Peran kita sebagai orangtua adalah untuk menemaninya dan memberikan stimulasi yang tepat sehingga tidak hanya rasa lelah saja yang mereka peroleh, namun juga berbagai kecerdasan yang akan bermanfaat dalam hidupnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: