jump to navigation

Wanted! DSA = Dokter Sayang Anak… December 10, 2009

Posted by noorzaza in Artikel.
Tags: , ,
trackback

Pengalaman niyyy… ahnaf itu udah beberapa kali ganti DSA…
Maklum… bundanya agak-agak pemilihhh…
Syaratnya siy… simpel ajah… pro ASI.. ramah… pluss kalo ditanya itu bisa memberikan jawaban yang memuaskan… maklummm bundanya ahnaf kan walaupun bukan lulusan kedokteran setidaknya tau-tau dikit lahhh mengenai kesehatan anak… jadii kalo ditanya truss dia jawabnya agak gagap en jawabannya agak-agak ga diterima nalar… langsung lewat dee… enn… ga royal ngasih obat…
Dan… alhamdulillah… di malang itu… ketemu DSA yang menurut aku sesuai dengan kriteria… jadiii… waktu nadhiifa lahir… langsung de pake DSA itu…

Disini… ada artikel tentang DSA… yang artinya Dokter Sayang Anak… hmmm bener juga yaa… mudah-mudahan ini bisa jadi referensi tambahan ntar buat nyari dokter anak buat ahnaf en nadhiifa di Jakarta….

Parents Guide Mei 2009

Praktik kedokteran membutuhkan komunikasi efektif antara dokter spesialis anak, orangtua dan anak. Selain membuat pasien anak lekas sembuh, karier dokter pun melesat.
Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila memberi kepuasan kepada pasien. Pelayanan kesehatan bukan hanya berakhir pada pengobatan secara medis saja, melainkan juga berorientasi pada pelayanan pasien. Hal ini bisa dilakukan melalui komunikasi efektif antara dokter spesialis anak (DSA), pasien anak, dan orangtua sehingga diharapkan akan mempercepat proses penyembuhan penyakit yang diderita anak.
Sebenarnya ketrampilan komunikasi ini bisa dipelajari. Namun sayang, banyak tenaka medis tak menyadari hal ini. Posisi mereka yang istimewa seringkali melupakan pentingnya komunikasi yang efektif bagi pasien anak dan orangtuanya

Dokter Sayang Anak
Tak salah rasanya bila orangtua pusing tujuh keliling memikirkan anak yang sedang sakit. Berbagai upaya untuk mempercepat proses penyembuhan si kecil akan ditempuh. Salah satunya dengan membawanya ke DSA.
Namun, membawa anak ke dokter ternyata juga bukan perkara mudah. Di mata anak kecil, dokter menjadi sosok yang ditakuti karena selalu mengingatkan mereka pada jarum suntik sehingga wajar bila si kecil enggan saat diajak ke dokter.
Di lain pihak, orang tua berharap banyak pada dokter untuk dapat membebaskan si kecil dari penyakitnya. Anda tentunya tak mau kehilangan keceriaan si kecil walau sedetik pun. Antrean yang cukup panjang seringkali harus dilalui. Tapi itu bukan halangan. Yang terpenting pada saat bertemu dokter nanti, kita bisa mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh si kecil dan dokter bisa memberikan obat yang dibutuhkannya.
Sayangnya seringkali kita keluar ruangan DSA dengan membawa setumpuk pertanyaan yang belum terjawab.
Seorang DSA yang handal sebaiknya juga seorang komunikator yang cakap yang memiliki pemahaman mengenai ketidakpastian yang dirasakan orangtua dan anak
Dalam hal ini, tuntutan terhadap DSA menjadi lebih tinggi dibanding dokter lain. Tentu saja, DSA tak hanya dihadapkan pada kondisi anak yang sedang sakit, tapi juga dituntut untuk mematahkan pandangan si kecil bahwa dokter adalah sosok yang menakutkan.
Sayang anak. Mungkin adalah bekal yang harus dimiliki seorang DSA. Komunikasi dokter dengan anak akan terbentuk manakala ia mampu membuat si kecil merasa nyaman. Salah satu caranya dengan mendesain interior ruang praktek dokter dengan tema yang sedang digandrungi anak dan menyediakan mainan sebagai pengalih perhatian anak.
Sentuhan dokter kepada si kecil akan membantu mencairkan kekakuan. Apalagi bila dokter mampu menyampaikan bahasa medisnya ke dalam bahasa anak. Pertemuan penuh kesan ini tentu akan diingat si kecil, termasuk nasihat dokter. Hasilnya, komunikasi menjadi hangat dan penuh manfaat.
Sementara, orangtua juga dituntut untuk dapat mengorek lebih dalam semua informasi yang dianggap penting seperti penyebab penyakit, apa yang harus dilakukan, mengapa harus dilakukan, apa saja obat yang diberikan, dan sebagainya.
Komunikasi efektif antara dokter anak, orangtua, dan pasien anak akan membuat pasien anak lebih sehat, lebih bahagia, dan dokter pun lebih sukses dalam karirnya.

Mengapa Dokter Harus Sayang Anak
Bagi sebagian anak, dokter bukanlah tokoh yang disukai. Beberapa pertemuan mereka berakhir dengan pengalaman yang tidak mengenakkan. Salah satunya dengan jarum suntik.
Orangtua dapat membantu mengurangi stress anak sebelum mereka pergi ke dokter. Jelaskan pada si kecil kemungkinan yang terjadi saat ia bertemu DSA. Yakinkan bahwa tindaka dokter bertujuan untuk melindungi dirinya. Bila suntikan menjadi pilihan dokter, katakan padanya bahwa suntukan adalah salah satu cara yang dilakukan agar obat dapat masuk ke dalam tubuhnya untuk mencegah penyakit. Jujurlah bahwa suntikan itu mungkin akan terasa sakit meski akan berlangsung beberapa detik. Yakinkan bahwa mereka akan baik-baik saja.
Sementara itu DSA juga dituntut untuk dapat mengurangi stress anak saat mereka bertemu. DSA juga harus membantu meyakinkan anak bahwa tugasnya adalah untuk membantu anak-anak untuk tetap sehat. Bila dokter terpaksa melakukan penyuntikan, alihkan perhatian mereka dengan hal lain selama penyuntikan. Beberapa DSA mengalihkan perhatian anak dengan mengajukan beberapa pertanyaan menyenangkan bagi anak seperti mainan kesukaannya, sahabat dekatnya, atau acara TV kesayangannya. Ada juga yang meminta anak bersiul, meniup, atau memintanya berhitung dengan suara keras pada saat disuntik.
Kerjasama antara orangtua dan dokter sangat diperlukan agar si kecil merasa nyaman. Cerita yang saling mendukung antara dokter dan orangtua akan menghibur dan memotivasi anak. Misalnya “Dok, kakak suka banget lho sama Ben Ten”. Dokter pun dapat menimpali dengan “Wah pantas saja Kakak hebat, nggak cengeng”.
Di akhir pertemuan jangan lupa untuk memberikan pujian pada si kecil. Bukankan ia sudah melakukan apa yang diminta dokter anak? Sebaliknya, orangtua mengajak si kecil untuk mengucapkan terimakasih pada dokter. Dengan pengalaman berkesan ini diharapkan anak akan mengubah persepsi buruknya terhadap dokter, dan akan bekerjasama saat ia kembali ke dokter.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: