jump to navigation

Jemari Terampil… December 8, 2009

Posted by noorzaza in Balita.
Tags: ,
trackback

Menempel, mengelupas, dan main puzzle mengasah kemampuan grafomotor anak.

Kemampuan menulis sangat menunjang kegiatan belajar si kecil di sekolah. Lewat tangan mungilnya ia mengerjakan aneka tugas. Memang di usia 2-3 tahun ini anak belum bisa menulis. Kemampuan motorik halus atau grafomotornya baru dalam tahap menciptakan coretan-coretan. Meski begitu, bukan berarti Anda tak perlu melatih kemampuan grafomotornya. Lewat latihan yang tepat, anak semakin terampil.

  • Corat – Coret

Anak belajar cara benar memegang krayon untuk menulis. Mencoretkan krayon menjadi suatu bentuk tertentu mengajarkan si kecil berkonsentrasi karena dia harus menuangkan pikirannya ke atas kergas. Jangan lupa tanyakan pada anak tentang karya yang dibuatnya dan puji dia. Selain itu, kegiatan corat-coret ini melatih kekuatan jari tangan karena si kecil harus menggenggam krayon cukup kuat agar bisa meninggalkan jejak goresan di kertas

Bantuan anda : Jangan paksa anak untuk menulis huruf. Biarkan dia mencoret-corekt sesuka hati. Beri si kecil krayon yang nyaman dia pegang dan biarkan ia mencoret-coret di atas kertas atau buku gambarnya. Ajak si kecil melakukan kegiatan ini di mejanya. Anak tak cepat lelah dan akan terbiasa menggambar atau menulis di meja dengan posisi yang benar.

  • Finger Paint

Si Kecil bisa menggunakan salah satu jari atau semua jarinya untuk menciptakan berbagai kreasi bentuk. Lewat melukis dengan jari, anak melatih fleksibilitas jemarinya untuk bergerak leluasa di atas kertas. Biarkan ia menyalurkan kreativitasnya dengan mencoba melukis menggunakan warna-warna yang disukainya. Selain mengenal berbagai warna, kepercayaan diri anak pun tumbuh

Bantuan anda : Pastikan menggunakan cat yang aman. Anda juga harus siap baju si kecil kotor, maka sebaiknya siapkan pakaian yang memang Anda korbankan untuk kegiatan finger paint ini. Jangan lupa alasi lantai sekitar kegiatan anak agar terlindung dari cat yang tercecer.

  • Menempel

Ada dua kegiatan menempel, yaitu menempelkan stiker ke buku stiker atau menempelkan kertas dengan lem. Bila menggunakan lem Anda bisa meminta anak menempelkan kertas yang diberi lem ke kertas atau menempelkan kedua buah kertas yang diberi lem menjadi satu. Minta anak mengoleskan lem ke kertas yang sebelumnya sudah Anda contohkan.

Bantuan anda : Sediakan stiker dengan gambar yang menarik. Anda juga bisa mengajak anak membentuk pizza dengan menempelkan stiker warna-warni ke dalam lingkaran cokelat, seakan-akan mengisi pizza dengan sayur dan daging. Pastikan anda memilih lem yang aman untuk anak-anak

  • Mengelupas

Kegiatan ini memperkuat kemampuan grafomotor anak karena melatih otot-otot motorik halus. Si kecil fokus menggunakan jari jemarinya untuk melepaskan stiker yang menempel. Aktivitas ini menyenangkan karena stiker bisa dikelupas ditempelkan lagi dan dikelupas lagi.

Bantuan Anda : Jika si kecil menemui kesulitas, Anda kelupas dahulu sedikit di ujung stiker dan biarkan ia melanjutkan. Kegiatan ini lebih menyenangkan dengan mencoba menempelkan stiker di bagian tubuh anak, seperti tangan, perut, lutut, dan telapak kakinya. Selain belajar mengelupas, ia sekaligus belajar mengenal anggota tubuhnya. Pilih stiker yang ukurannya cukup besar, tak sulit dikelupas dan tidak lengket setelah dikelupas.

  • Bermain puzzle

Kegiatan ini bisa membantu melatih kemampuan menulis anak karena lewat puzzle anak diminta mengenali obyek, menyeleksi obyek dari kiri ke kanan, fokus melakukan sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Bermain puzzle juga meningkatkan rentang konsentrasi dan koordinasi mata-tangan si kecil.

Bantuan Anda : Awalnya berikan si kecil puzzle yang disertai kenop sehingga memudahkannya memegang kepingan puzzle. Mulai dengan kepingan yang jumlahnya kurang dari 10 keping dengan gambar sederhana dan ukuran keping puzzle cukup besar. Pilih puzzle yang menyertakan gambar yang sudah terangkai sebagai panduan.

Jika Tak Terampil

Si 2 tahun seharusnya sudah dapat menguasai ketrampilan motorik tertentu, semisal melompat di tempat, menendang bola, memanjat furnitur, menggenggam krayon, mencoret-coret, membuka tutup stoples. Pada kenyataannya ada anak-anak yang ketrampilan motoriknya jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Ketidakterampilan ini juga muncul pada perilakunya yang serba ceroboh (clumsy).

Ada beberapa penyebab clumsy antara lain fisik lambat matang, bentuk tubuh terlalu kurus atau gemuk sehingga menghambat kelincahan menguasai ketrampilan yang diperlukan, ada ketegangan emosional yang mempengaruhi koordinasi otot, ada kerusakan kecil di otak dan tidak ada kesempatan berlatih.

Jika penyebabnya kurang latihan motorik, ibu bisa membimbing si kecil melakukan aktivitas yang bisa mengaktifkan otot-otot tubuhnya. Untuk melatih otot motorik kasar, ajak anak melompat atau berlari. Sedangkan untuk mengasah otot motorik halus, ajak si kecil meremas dan membentuk lilin mainan, belajar menggunting, atau makan sendiri dengan sendok khusus anak.

Ayah Bunda November 2009

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: