jump to navigation

Anak Demam, Jangan Kompres dengan Air Dingin… December 7, 2009

Posted by noorzaza in Penyakit.
Tags: ,
trackback

Yah… maklum dee… punya anak kecil 2… yang kalo sakit kan rata-rata demam gituh… makanya ini mesti dicatettt… biar kalo ahnaf ato nadhiifa sakit bisa inget…

Sekedar pencegahan siyyy… mudah-mudahan siyy mereka sama sekaliii ga sakittt… amiiinnn…

Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III

Anak yang terkena demam tinggi dapat mengganggu proses metabolisme di dalam tubuhnya. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuhnya adalah dengan mengompres. Namun, Ibu perlu mengetahui bahwa kompres dengan es atau air dingin sesungguhnya sudah ketinggalan zaman dan tak lagi efektif.

Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak. Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. Sebab, jika tubuh dikompres es atau air dingin, suhu tubuhnya tak turun, malah semakin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasikan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas.

Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. Kompres dingin juga bisa membuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Syaraf-syaraf yang digunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas.

Dengan mengompres diharapkan dapat menurunkan suhu yang dibawa oleh aliran darah. Oleh sebab itu, lebih baik bila pengompresan itu dilakukan di bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, yakni di lipat paha, ketiak atau leher, bukan di dahi seperti yang ibu lakukan.

Saat Tepat Mengompres

Pada intinya, kompres dilakukan untuk membantu bekerjanya obat-obat yang telah diberikan. Jangan lupa, anak pun konidisinya harus bagus, seperti minumnya bagus. Jadi, kompres bukan segala-galanya. Pengobatan pun harus diutamanya. Memang, kompres bisa menjadi segala-galanya dalam keadaan darurat. Misalnya malam hari dimana kebetulan persediaan obat di rumah tak ada sama sekali. Nah, kompres boleh-boleh saja dilakukan.

Batas waktu untuk mengompres biasanya antara 15-30 menit. Untuk memandunya, orangtua harus memiliki termometer. Kalau panas tidak tinggi, tak perlu dikompres.  Kompres baru digunakan bila suhu tubuh si kecil berkisar lebih dari 39 derajat celcius.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: