Agar Si Kecil Mau Minum Saat Demam… December 7, 2009
Posted by noorzaza in Penyakit.Tags: Anak, Demam, Penyakit
add a comment
Dehidrasi artinya tubuh kekurangan cairan, penyebabnya adalah kehilangan cairan atau asupan cairan tidak cukup. Dehidrasi ini bisa dehidrasi ringan, sedang atau berat tergantung berapa banyak kekurangan, bila keadaan berlanjut bisa mengancam nyawa loh!
Gejala Dehidrasi
- Mulut dan lidah kering
- Buang air kecil hanya sedikit, berwarna kuning tua atau sama sekali tidak berkemih
- Tidak ada air mata, mata cekung
- Pada bayi ubun-ubun besar cekung
Tak Harus Air Putih
Sebenarnya kita tidak selalu harus memberi air putih. Jus buah yang sejuk, teh, cairan rehidrasi oral atau sop hangat juga bisa menjadi solusi bila anak menilak minum. Pokoknya berikan cairan yang rasanya cukup baik, aman untuk anak-anak, tidak mengandung soda atau bahan pengawet, dan juga tidak mengandung kafein atau terlalu manis karena dapat merangsang muntah. Pada bayi yang masih menyusui, tetaplah disusui sambil diberikan tambahan cairan bila dia sudah tidak ASI Eksklusif.
Pada anak demam, selain kehilangan cairan secara langsung, rasa tidak enak seperti mual, kehilangan selera makan atau pun keadaan yang sering menyebabkan demam seperti nyeri tenggorokan atau nyeri menelan menyebabkan asupan jadi berkurang.
Minum pada anak yang mengalami demam bisa mengatasi dehidrasi. Akan tetapi hanya bisa diberikan pada anak yang sakit ringan, atau bila dehidrasinya tidak berat, karena pada anak dengan dehidrasi berat, misalnya sampai keadaan lethargic (kecenderungan untuk tidur karena penurunan kesadaran) tidak mungkin diberi minum sehingga diperlukan pemberian cairan intravena (infus).
Jangan Panik!
Pada anak-anak dengan dehidrasi ringan sampai sedang umumnya mereka masih bisa minum, tetapi memang sulit karena mulut kadang terasa pahit, tidak enak di perut dan tidak semangat. Untuk itu orangtua tentunya harus menganjurkan anak untuk tetap mau minum.
Yang pertama kali harus dilakukan adalah jangan panik, bila anak masih aktif, mau bermain, serta masih mau minum walaupun sedikit, berarti masih bisa kita usahakan asalkan kita tenang. Memang, hal ini tidak gampang, karena rasa tidak enak ataupun keadaan yang menyebabkan demam seperti nyeri tenggorok menjadi kendala. Dianjurkan minum diberikan dalam jumlah sedikit-sedikit (memakai sendok atau syring) sesering mungkin dibandingkan kita berusaha memasukkan sejumlah besar cairan dalam sesaat. Minum terlalu banyak cairan dalam waktu singkat malah dapat menyebabkan muntah.
Tabloid Mom & Kiddie, Edisi 14 Tahun III
Anak Demam, Jangan Kompres dengan Air Dingin… December 7, 2009
Posted by noorzaza in Penyakit.Tags: Anak, Demam
add a comment
Yah… maklum dee… punya anak kecil 2… yang kalo sakit kan rata-rata demam gituh… makanya ini mesti dicatettt… biar kalo ahnaf ato nadhiifa sakit bisa inget…
Sekedar pencegahan siyyy… mudah-mudahan siyy mereka sama sekaliii ga sakittt… amiiinnn…
Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III
Anak yang terkena demam tinggi dapat mengganggu proses metabolisme di dalam tubuhnya. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuhnya adalah dengan mengompres. Namun, Ibu perlu mengetahui bahwa kompres dengan es atau air dingin sesungguhnya sudah ketinggalan zaman dan tak lagi efektif.
Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak. Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. Sebab, jika tubuh dikompres es atau air dingin, suhu tubuhnya tak turun, malah semakin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasikan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas.
Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. Kompres dingin juga bisa membuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Syaraf-syaraf yang digunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas.
Dengan mengompres diharapkan dapat menurunkan suhu yang dibawa oleh aliran darah. Oleh sebab itu, lebih baik bila pengompresan itu dilakukan di bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, yakni di lipat paha, ketiak atau leher, bukan di dahi seperti yang ibu lakukan.
Saat Tepat Mengompres
Pada intinya, kompres dilakukan untuk membantu bekerjanya obat-obat yang telah diberikan. Jangan lupa, anak pun konidisinya harus bagus, seperti minumnya bagus. Jadi, kompres bukan segala-galanya. Pengobatan pun harus diutamanya. Memang, kompres bisa menjadi segala-galanya dalam keadaan darurat. Misalnya malam hari dimana kebetulan persediaan obat di rumah tak ada sama sekali. Nah, kompres boleh-boleh saja dilakukan.
Batas waktu untuk mengompres biasanya antara 15-30 menit. Untuk memandunya, orangtua harus memiliki termometer. Kalau panas tidak tinggi, tak perlu dikompres. Kompres baru digunakan bila suhu tubuh si kecil berkisar lebih dari 39 derajat celcius.

