jump to navigation

Massage Payudara Meningkatkan Volume ASI… December 7, 2009

Posted by noorzaza in ASI.
Tags: ,
2 comments

Momspasti menginginkan agar payudara tetap indah selama menyusui. Sebenarnya yang mengubah bentuk payudara bukanlah aktivitas menyusui namun pada saat proses kehamilan.

Jangan khawatir, selalu ada cara agar payudara tetap terlihat indah dan kencang. Moms bisa melakukan massage payudara sendiri dan dipraktekkan langsung pada hari kedua pasca melahirkan sebanyak dua kali sehari.

Yang paling penting, semua gerakan pijatan bermanfaat melancarkan refleks pengeluaran ASI. Hal ini merupakan cara efektif untuk meningkatkan volume ASI

Langkah-langkah Massage Payudara

Cucilah tangan sebelum massage

Tuang baby oil pada kedua telapak tangan secukupnya. Pengurutan dilakukan dengan ujung jari, caranya :

Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah puting susu.

Buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kanan.

Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urutkanlah dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan keduanya perlahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Variasi lainnya dengan gerakan oayudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lainnya di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kanan.

Cobalah posisi tangan paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali. Setelah itu, letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena pijatan.

Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III

Kiat Merawat Payudara Selama Masa Menyusui… December 7, 2009

Posted by noorzaza in ASI.
Tags: ,
add a comment

Ibu mana yang tak ingin memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada buah hati tersayang? Namun adakalanya terjadi hambatan saat Moms hendak menyusui. Berikut ini masalah yang biasanya dikeluhkan selama proses menyusui!.

  • ASI Kurang Banyak.

Apakah Moms berpedapat ASI yang ada menjadi berkurang lantaran seringnya bayi menyusu? Pendapat itu tidak benar! Sebenarnya faktor psikologis ibu yang berperan

Perlu diketahui, kondisi emosi Moms sangat menentukan tingkat produksi ASI. Kondisi emosional yang baik dan tenang (rileks) membantu menghasilkan ASI dengan lancar. Adanya ketidakyakinan atau ketidakperayaan diri bahwa si ibu bisa menyusui inilah yang seringkali menjadi biang keladi. Yakinlah, ibu yang merasa produksi ASI-nya kurang banyak sesungguhnya bisa mencukupi kebutuhan bayinya. Dengan berpikir positif serta dukungan dari keluarga seperti suami dan orangtua akan membuat sang ibu merasa nyaman. Sehingga produk ASI menjadi lancar.

  • Payudara Kecil, ASI Sedikit

Bila Moms memiliki ukuran payudara yang tidak terlalu besar, maka bisa berlega hati karena ukuran tidak menjamin produk ASI yang dihasilkan.

Pasalnya, ukuran payudara lebih bergantung pada jumlah serat-serat otot dan jaringan lemak pada bagian tersebut. Jadi, tak ada kaitannya pada kelenjar susu

Perempuan berpayudara besar pun tidak selalu menghasilkan ASI yang lebih banyak. Faktanya, produk ASI itu dirangsang oleh hormon dan bertambah sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, semakin sering Anda menyusui si kecil akan semakin bertambah pula persediaan ASI yang dimiliki.

Jadi kalau mengalami kesulitan dalam menyusui jangan pernah menyalahkan ukuran loh! Lebih baik berkonsultasi ke dokter.

Biasanya Moms akan dianjurkan untuk melakukan perawatan payudara seperti : Menjaga kebersihan payudara terutama pada bagian outing susu, Melenturkan serta menguatkan puting susu sehingga kelak memudahkan bayi untuk menyusu, Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.

  • Rasa Tidak Nyaman pada Payudara

Selama proses menyusui umumnya payudara ibu membesar akibat produksi ASI. Nah, terkadang timbul rasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, gunakanlah bra yang benar-benar pas sesuai ukuran payudara sehingga mampu menopang dengan baik.

Jangan menggunakan bra yang terlalu ketat atau longgar, karena akan tampak jatuh sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebaliknya, bila bra terlampau sempit maka akan menyebabkan hambatan dalam kelenjar payudara. Ditakutkan hal itu bisa menyebabkan infeksi seperti mastitis, yaitu suatu infeksi pada kelenjar susu di payudara. Payudara pun akan terasa sakit.

Jadi sebaiknya, pada akhir masa kehamilan, Moms bisa mulai menggunakan bra untuk menyusui dengan ukuran yang sesuai. Bila ukuran payudara agak sedikit besar, sebaiknya gunakanlah bra yang memiliki kawat. Fungsinya agar mampu menopang dengan baik sehingga tidak turun dan membentuk lipatan pada bagian bawah payudara.

Pilihlah bra yang terbuat dari bahan katun agar nyaman dan mudah menyerap keringat. Karena ibu hamil cenderung berkeringat, takutnya bila Moms tidak menjaga kebersihan dan kekeringan pada bagian lipatan payudara maka akan timbul jamur. Masalah kulit akan menjadi masalah pada saat menyusui.

  • Teknik Menyusui yang Benar

Yang perlu diperhatikan oleh ibu dalam pemberian ASI yaitu teknik yang tepat. Cara menyusui yang baik adalah dengan memasukkan seluruh daerah kecoklatan pada puting susu ke mulut bayi. Jika bayi hanya mengisap melalui puting susunya saja, maka ASI yang keluar juga akan sedikit.

Ketika bayi menyusu, payudara mengirimkan rangsangan ke otak. Kemudian otak berekasi mengeluarkan hormon prolaktin yang masuk ke dalam aliran darah menuju kembali ke payudara. Hormon prolaktin merangsang sel-sel pembuat susu untuk bekerja, memproduksi ASI.

Sel-sel pembuat susu sesungguhnya tidak langsung bekerja ketika bayi menyusu. Sebagian besar hormon prolaktin berada dalam darah selama kurang lebih 30 menit, setelah proses menyusui. Setelah proses menyusu selesai, barulah sebagian besar hormon prolaktin sampai di payudara dan merangsang sel-sel pembuat susu untuk bekerja. Jadi, hormon prolaktin bekerja untuk produksi susu berikutnya.

Susu yang disedot bayi sudah tersedia dalam payudara di sinus laktiferus. Jadi semakin ASI sering disedot bayi, maka ASI semakin banyak diproduksi. Sebaliknya, semakin jarang bayu menyusu, maka semakin sedikit ASI diproduksi.

Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III

ASI… Makanan Terbaik Otak Bayi… December 7, 2009

Posted by noorzaza in ASI.
Tags: ,
add a comment

Agar tumbuh kembang otak bayi melesat, berikan nutrisi yang terbaik, meliputi :

  • Gangliosida (GA). Gangliosida adalah slycosphingolipids kompleks (sejenis lemak / minyak) yang terdapat dalam ASI dan lemak susu (lipida kompleks). Fungsinya, membentuk struktur membran atau dinding sel syaraf otak, utamanya akson, dendrit, serta ujung syaraf. Selain itu, membantu proses mielin dan mempertahankan integrasi akson dan mielin, sehingga sel syaraf berfungsi dengan baik. Gangliosida, bisa diperoleh dari ASI, susu yang mengandung GA, daging, dan telur.
  • Protein. Komponen dasar dari protein, yaitu asam amino. Fungsi utamanya, membentuk struktur otak. Beberapa jenis diantaranya, seperti taurin, tripotofan, dan fenilalanin adalah senyawa pengantar pesan (neurotransmitter). Didalam ASI-lah terkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.
  • Sphingomyelin. Adalah sejenis fosfolipid yang terkandung dalam ASI yang jumlahnya mencapai 29 persen dari total fosfolipid dalam ASI. Perannya membantu kinerja sel syaraf otak.
  • Asam Folat. Sumber gizi penting untuk mencegah cacat saluran syaraf (neural tube defects). Selain itu, asam folat membantu pembentukan tulang belakang. Asam folat terdapat pada sayuran berwarna hijau, buah-buahan segar, asparagus, kedelai, dan sereal.
  • Seng. Agar bayi terhindar dari cacat saluran syaraf otak. Moms mengasup seafood, hati, dan daging.
  • Zat Besi. Zat besi ini penting bagi bumil menghindari anemia. Sebab, bisa saja, anemia mempengaruhi kondisi janin. Biasanya, zat besi tersimpan dalam daging berwarna merah, daging berwarna putih, telur, dan kacang-kacangan.
  • Vitamin B Kompleks. Menghindari gangguan terhadap pertumbuhan, fungsi otak, dan sistem syaraf, diperlukan vitamin B kompleks, antara lain : vitamin B1, vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9). Terdapat pada daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, telur, susu, keju, dan kedelai.

Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.