7 Ciri Dokter yang Dicari… December 13, 2009
Posted by noorzaza in Artikel.Tags: ciri, dokter
add a comment
Nah… ciri-ciri yang di bawah ini bukan hanya bisa dipakai untuk DSA saja… tapiii… bisa dipakai untuk mencari dokter spesialis lainnya yang kita inginkan… yahh… meskipun sangat sedikit dokter yang memenuhi semua kriteria ini… minimal 90 persen deee…
Pengen tauuu ciri-ciri detilnyaa… lihat cuplikan artikel di bawah yaaa…
Parents Guide Mei 2009
Seperti apakah dokter anak ideal pilihan orang tua? Salah satu cirinya adalah bisa diandalkan dan hati-hati dalam bertindak. Inilah hasil riset yang dilakukan pada beberapa pasien di Mayo Clinic
- Empati. “Dokter mencoba memahami apa yang saya rasakan dan alami, secara fisik dan emosional, serta berkomunikasi dengan cara yang saya pahami.”
- Personal. “Dokter tertarik pada saya bukan sekedar saya sebagai pasien, berinteraksi dengan saya dan mengingat saya secara individu.”
- Percaya Diri. “Kepercayaan diri dokter menular kepada saya.”
- Manusiawi. “Dokter yang baik adalah yang peduli, penuh kasih sayang dan baik.”
- Terus Terang. “Dokter mengatakan kepada saya apa yang saya butuhkan, apa yang harus saya ketahui dalam bahasa yang lugas dan cara yang terus terang.”
- Menghormati. “Dokter menimbang masukan saya secara serius dan bekerja sama dengan saya.”
- Detail. “Dokter yang baik adalah yang bisa diandalkan dan hati-hati dalam bertindak.”
Berlari Tiada Henti… December 11, 2009
Posted by noorzaza in Balita.Tags: aktivitas, Balita
add a comment
HHfff… penting banget niy buat dinote… habisss… mirip banget sama ahnaf… sampe-sampe kalo ahnaf udah tidur… yang lainnya langsung pada tidur juga karena kecapekan ngejagainnya… hihihi…
Parents Guide Juli 2009
Si kecil berlarian kesana kemari seolah tak punya rasa lelah. Kalau tidak diawasi, siapa yang bisa menjamin keselamatannya? Namun kalau harus seharian mengikutinya berlari tiada henti, siapa yang sanggup?
Bergerak dan Bergerak
Kemampuan motorik kasar si kecil pada usia 2 tahun secara normal berkembang sangat pesat dan dia begitu menikmati kemajuannya dengan selalu bergerak dan bergerak. Menurut Dr. Richard C. Woolfsoon dalam bukunya “Small Talk”, si kecil mampu bergerak cepat saat dia menempuh arah garis lurus, berdiri dengan satu kaki sementara kaki yang lain menendang bola, melempar dan menangkap bola dari posisi duduk, menari mengikuti musik berirama, jongkok dan berputar dengan tepat karena keseimbangan yang baik, dan juga berlari dengan mantap dan jarang jatuh, meskipun masih susah menghentikan lari dengan cepat.
Sementara itu, rasa ingin tahu yang besar dan keinginan bereksplorasi pada hal-hal yang menarik perhatiannya membuat si kecil tidak pernah bisa berdiam diri. Dia akan bergerak, berlari ke sana ke mari sambil membuka, menutup, membongkar, memanjat, mencium, memotong, mengintip, mendorong, meremas, menyobek, memukul, bahkan membanting benda apapun yang menarik perhatiannya. Kegiatannya ini seringkali membuat rumah berantakan, dan tak jarang akhirnya berujung pada keluarnya larangan ini dan itu dari orangtua. Namun sepertinya, larangan tersebut kurang bijak diterapkan karena pada saat itulah berbagai kemampuan sedang mereka asah. Dengan selalu bergerak berarti anak mengasah kemampuan motorik kasarnya.
Kegiatan fisik seperti berlari, melempar, melompat, dan menendang, akan menyehatkan si kecil karena merangsang pertumbuhan dan kepadatan tulang-tulang dan otot secara optimal. Selain itu, dengan selalu bergerak dapat membuat hormon-hormon dalam tubuh si kecil bekerja dengan baik, terhindar dari obesitas dan penyakit yang biasa menyertainya. Sementara eksplorasi, akan menambah pengetahuannya pada hal-hal baru tentang diri mereka dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan tersebut akan merangsang perkembangan kecerdasan dan kepercayaan diri anak.
Bermain dan Bermain
Namun kalau harus seharian mengikuti anak bergerak kesana kemari sepertinya kita tidak sanggup karena masih ada pekerjaan lain yang harus kita lakukan. Oleh karena itu peran orangtua sangat diperlukan untuk memfasilitasi kebutuhan anak untuk bergerak, namun tidak membuat kita harus selalu mengawasi secara penuh dalam setiap gerak-geriknya. Karena dunia anak adalah dunia bermain, maka kita harus mendukung kegiatan mereka untuk selalu bergerak dengan aman, senang, dan gembira, dengan cara:
- Siapkan ruang yang lapang. Bukan berarti rumah yang mungil tidak bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bergerak. Pengaturan ruang yang bijak dengan penempatan furniture yang tepat membuat anak bisa bergerak dengan nyaman tanpa takut tersandung atau menabraknya.
- Simpanlah kristal, keramik, dan barang pecah belah lainnya, jauh dari jangkauan anak. Jika anda tidak ingin barang kesayangan anda menjadi objek eksplorasi si kecil, simpanlah barang-barang tersebut di tempat yang aman.
- Untuk memberi stimulasi kecerdasan yang lain, salurkan kegemaran mereka berlari dengan permainan yang kreatif. Misalnya dengan permainan harta karun. Bekerjasamalah dengan seluruh penghuni rumah untuk menyukseskan permainan ini. Sampaikan bahwa hadiah menarik (harta karun) akan menantinya jika dia berhasil menemukan petunjuk terakhir. Mintalah dia bertanya pada ayahnya, maka ayahnya akanmemberi petunjuk jika dia bisa menebak suara sebuah binatang. Jika berhasil, ayah memintanya berlari ke kakek untuk meminta petunjuk yang lain. Kakek akan memberi petunjuk jika dia bisa menyebutkan nama anggota tubuh yang disentuh kakek. Begitu seterusnya sampai kepada orang terakhir, maka dia akan mendapat hadiah semangkuk es krim yang lezat atau hadiah yang lain. Permainan ini sangat memangtan dan menyenangkan bagi anak, serta mengandung banyak stimulasi yang sangat bermanfaat bagi kecerdasan mereka.
- Sekali waktu, ajaklah mereka pergi ke taman atau tanah lapang. Biarkan mereka berlari, melompat, dan menendang untuk memuaskan keinginan bergeraknya.
- Carikan kegiatan alternatif yang membutuhkan cukup konsentrasi. Supaya tidak selalu bergerak, ajaklah anak menyusun puzzle sesuai umur, menyusun balok dan lego, atau mencari pasangan mainan. Selain itu, mereka juga mulai bisa diajak membereskan mainan, menyiram bunga, mencuci mobil, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut cukup membuat mereka sibuk dan dan bergerak tanpa harus berlari kesana kemari.
Berbahagialah apabila si kecil senang berlari, karena hal ini berarti dia mengalami perkembangan yang normal sesuai dengan umurnya. Peran kita sebagai orangtua adalah untuk menemaninya dan memberikan stimulasi yang tepat sehingga tidak hanya rasa lelah saja yang mereka peroleh, namun juga berbagai kecerdasan yang akan bermanfaat dalam hidupnya.
6 Fakta Benar Seputar Vaksinasi… December 11, 2009
Posted by noorzaza in Artikel.Tags: vaksinasi
add a comment
Selama ini… yakin de… pasti sebagian besar orangtua taunya vaksinasi itu cuma sebatas tau en harus aja… belum tau macem-macemnya gimana…
Nahhh… sengaja dicopiin niy artikelnya… biar ayah bundanya ahnaf en nadhiifa ga cuma jadi orangtua yang ngikut-ngikut aja apa kata dokter… tapiii mestiii pinter donggg ^_^…
Parents Guide Juli 2009
Banyak mitos menyesatkan seputar keamanan dan keampuhan berbagai vaksin yang beredar di Indonesia. Lantas, apa kebenarannya?
Tak lama setelah si kecil lahir, hal yang selalu diingatkan oleh dokter adalah supaya Anda jangan lupa untuk melakukan imunisasi pada si buah hati sesuai jadwal. Hanya saja, tidak sedikit informasi menyesatkan seputar pemberian vaksin sehingga mungkin akan menimbulkan keraguan di hati Anda, “Betulkah vaksinnya aman? Jangan-jangan malah membuat anak saya jadi sakit atau bahkan menderita autis?”.
Pendapata tersebut memang masih banyak berkembang di masyarakat, bahkan dengan mudah dapat dijumpai di berbagai forum komunikasi antar ibu di dunia maya. Nah, apakah Anda termasuk ibu yang meragukan manfaat keamanan vaksin-vaksin yang beredar di tanah air? Bila ya, mudah-mudahan artikel ini dapat membantu menjawab kebingungan Anda.
Imunisasi = Hak Anak
Ketahuilah bahwa salah satu hak anak adalah hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan hal ini bahkan terlindungi oleh UU Perlindungan Anak no 23 tahun 2002 pasal 8. Bahkan UU Kesehatan no 23 tahun 1992 pasal 4 dan 5 menyebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal, dan keluarga berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungannya. Tentu saja, anak-anak termasuk di dalamnya.
Orangtua berkewajiban memenuhi semua hak anak sesuai Konvensi Hak Anak, termasuk hak anak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Salah satu upaya peningkatan kesehatan anak adalah pencegahan penyakit dengan meningkatkan kekebalan (imunisasi). Dengan demikian, kebutuhan anak untuk hidup sehat dan mendapatkan imunisasi lengkap merupakan haknya yang telah dilindungi oleh undang-undang
Telah Teruji
Sebaiknya, Anda juga usah merisaukan manfaat setiap vaksinasi baik yang diwajibkan maupun dianjurkan pemerintah. Pasalnya, dr. Soedjatmiko, DSA RSCM menyebutkan bahwa imunisasi secara ilmiah telah lama terbukti dapat merangsang kekebalan spesifik tubuh anak sehingga membentuk perlindungan khusus terhadap kuman-kuman tertentu. “Anak yang telah diimunisasi akan mempunyai kekebalan spesifik untuk melawan penyakit tertentu, sesuai jenis vaksinnya, sehingga mereka terlindung dari penyakit menular tersebut” katanya
Mitos vs Fakta tentang vaksinasi
Cemas terhadap keamanan vaksin! Yuk kita simak sejumlah mitos dan fakta seputar imunisasi si kecil berikut ini :
- Vaksin mengandung merkuri berbahaya
Tidak benar. Menurut dr. Soedjatmiko, Timerosal (etil-merkuri) di dalam vaksin sudah digunakan dalam vaksin sejak tahun 1940-an, untuk mencegah kontaminasi bakteri dalam program vaksin masal. Yang sangat beracun adalah metil merkuri, bukan etil merkuri. Batas maksimal yang direkomendasikan WHO adalah 159 mcg/kg berat badan/minggu. Kadar timerosal dalam vaksin sangat rendah, sehingga sampai umur 6 bulan, setelah mendapat 3 kali DPT, Hepatitis B, BCG, rata-rata hanya mendapat 1,25 mcg/
- MMR bisa menjadi pencetus autisme
Sebenarnya, hingga saat ini penyebab autisme belumlah diketahui pasti, karena berbagai penelitian hasilnya berbeda-beda tidak sama. Ada yang menuduh karena MMR, tetapi faktanya banyak anak autis yang justru belum pernah mendapat vaksin sama sekali tapi tetap autis. Sebagian ahli mengatakan autisme lebih disebabkan karena kekurangan neurotransmitter di otak, karena gangguan dalam proses kehamilan, dll. Selain itu, telah banyak penelitian yang dipublikasi di jurnal ilmiah profesional sekitar tahun 2000-an yang menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dengan autisme. Sebut saja, penelitian Loringa Dales, Hammer SJ dan Smith NJ yang dipublikasi di Journa of America Medical Association 2001, yang menganalisa data anak-anak autis di North California sejak tahun 1980 sampai 1994 menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dan autisme. Juga penelitian James A Kaye yang dipublikasikan di British Medical Journal, menganalis data anak autis sejak 1986-1993 , menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dan autisme. Oleh karena itu berbagai organisasi profesional misalnya Workin Parry on MMR vaccine of the United Kingdom, Committee on Safety of Medicine, Institute of Medicine, American Medical Association sama-sama menyimpulkan tidak ada hubungan MMR dan autisme.
- Vaksin impor lebih baik dan lebih aman dari vaksin lokal
yang harganya jauh lebih murah. Kebenarannya adalah vaksin yang digunakan di sarana pelayanan pemerintah adalah buatan Biofarma, Bandung dengan pengawasan oleh ahli-ahli vaksin WHO sehingga kualitasnya dipercaya di seluruh dunia. Tak hanya itu, vaksin buatan Biofarma melalui WHO digunakan di lebih 100 negara di dunia, karena terbukti aman dan bermanfaat melindungi terhadap penyakit berbahaya.
Selain vaksin yang disediakan pemerintah, bila orangtua mampu, terdapat vaksin import yang telah mendapat ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin import juga digunakan di seluruh dunia, dan mendapat pengawasan oleh tim ahli masing-masing negara dan oleh WHO, sehingga terbukti bermanfaat dan aman. Sehingga, pilihan pemberian vaksin lokal maupun import dikembalikan kepada Anda.
- BCG penyebab bisul dan koreng pada anak
Memang, setelah imunisasi BCG kadang-kadang timbil seperti bisul dan koreng di bekas suntikan, itu adalah reaksi normal tubuh terhadap vaksin BCG. Kadang-kadang juga timbil demam, kemerahan, dan bengkak pada bekas suntikan DPT, campak, atau Hepatitis B, itu juga reaksi normal yang akan hilang dalam beberapa hari. Jadi, jangan panik ya.
- Vaksinasi menjamin kekebalan tubuh 100%
Tidak tepat. ANak yang telah diimunisasi akan mampu melawan penyakit tertentu, sesuai jenis vaksinnya, sehingga mereka terlindung dari bahaya penyakit menular tersebut. Tetapi, memang beberapa anak yang telah diimunisasi kadang masih bisa tertular penyakit tersebut, hanya saja jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Sementara, anak yang belum diimunisasi tidak mampu melawan penyakit menular tersebt, sehingga dapat mengakibatkan sakit berat, cacat, atau meninggal.
- Cacar air, penyakit “wajib” sekali seumur hidup, jadi tidak perlu divaksin.
Tidak benar. Menurut dr. Hindra Irawan Satari, SPA(K) RSCM, setiap anak berhak untuk hidup sehat. Jadi, jika ada vaksin yang bisa melindungi anak dari penyakit tertentu, kenapa tidak divaksin? Termasuk vaksin varisela yang melindungi anak dari cacar air.
Wanted! DSA = Dokter Sayang Anak… December 10, 2009
Posted by noorzaza in Artikel.Tags: Anak, Artikel, dokter
add a comment
Pengalaman niyyy… ahnaf itu udah beberapa kali ganti DSA…
Maklum… bundanya agak-agak pemilihhh…
Syaratnya siy… simpel ajah… pro ASI.. ramah… pluss kalo ditanya itu bisa memberikan jawaban yang memuaskan… maklummm bundanya ahnaf kan walaupun bukan lulusan kedokteran setidaknya tau-tau dikit lahhh mengenai kesehatan anak… jadii kalo ditanya truss dia jawabnya agak gagap en jawabannya agak-agak ga diterima nalar… langsung lewat dee… enn… ga royal ngasih obat…
Dan… alhamdulillah… di malang itu… ketemu DSA yang menurut aku sesuai dengan kriteria… jadiii… waktu nadhiifa lahir… langsung de pake DSA itu…
Disini… ada artikel tentang DSA… yang artinya Dokter Sayang Anak… hmmm bener juga yaa… mudah-mudahan ini bisa jadi referensi tambahan ntar buat nyari dokter anak buat ahnaf en nadhiifa di Jakarta….
Parents Guide Mei 2009
Praktik kedokteran membutuhkan komunikasi efektif antara dokter spesialis anak, orangtua dan anak. Selain membuat pasien anak lekas sembuh, karier dokter pun melesat.
Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila memberi kepuasan kepada pasien. Pelayanan kesehatan bukan hanya berakhir pada pengobatan secara medis saja, melainkan juga berorientasi pada pelayanan pasien. Hal ini bisa dilakukan melalui komunikasi efektif antara dokter spesialis anak (DSA), pasien anak, dan orangtua sehingga diharapkan akan mempercepat proses penyembuhan penyakit yang diderita anak.
Sebenarnya ketrampilan komunikasi ini bisa dipelajari. Namun sayang, banyak tenaka medis tak menyadari hal ini. Posisi mereka yang istimewa seringkali melupakan pentingnya komunikasi yang efektif bagi pasien anak dan orangtuanya
Dokter Sayang Anak
Tak salah rasanya bila orangtua pusing tujuh keliling memikirkan anak yang sedang sakit. Berbagai upaya untuk mempercepat proses penyembuhan si kecil akan ditempuh. Salah satunya dengan membawanya ke DSA.
Namun, membawa anak ke dokter ternyata juga bukan perkara mudah. Di mata anak kecil, dokter menjadi sosok yang ditakuti karena selalu mengingatkan mereka pada jarum suntik sehingga wajar bila si kecil enggan saat diajak ke dokter.
Di lain pihak, orang tua berharap banyak pada dokter untuk dapat membebaskan si kecil dari penyakitnya. Anda tentunya tak mau kehilangan keceriaan si kecil walau sedetik pun. Antrean yang cukup panjang seringkali harus dilalui. Tapi itu bukan halangan. Yang terpenting pada saat bertemu dokter nanti, kita bisa mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh si kecil dan dokter bisa memberikan obat yang dibutuhkannya.
Sayangnya seringkali kita keluar ruangan DSA dengan membawa setumpuk pertanyaan yang belum terjawab.
Seorang DSA yang handal sebaiknya juga seorang komunikator yang cakap yang memiliki pemahaman mengenai ketidakpastian yang dirasakan orangtua dan anak
Dalam hal ini, tuntutan terhadap DSA menjadi lebih tinggi dibanding dokter lain. Tentu saja, DSA tak hanya dihadapkan pada kondisi anak yang sedang sakit, tapi juga dituntut untuk mematahkan pandangan si kecil bahwa dokter adalah sosok yang menakutkan.
Sayang anak. Mungkin adalah bekal yang harus dimiliki seorang DSA. Komunikasi dokter dengan anak akan terbentuk manakala ia mampu membuat si kecil merasa nyaman. Salah satu caranya dengan mendesain interior ruang praktek dokter dengan tema yang sedang digandrungi anak dan menyediakan mainan sebagai pengalih perhatian anak.
Sentuhan dokter kepada si kecil akan membantu mencairkan kekakuan. Apalagi bila dokter mampu menyampaikan bahasa medisnya ke dalam bahasa anak. Pertemuan penuh kesan ini tentu akan diingat si kecil, termasuk nasihat dokter. Hasilnya, komunikasi menjadi hangat dan penuh manfaat.
Sementara, orangtua juga dituntut untuk dapat mengorek lebih dalam semua informasi yang dianggap penting seperti penyebab penyakit, apa yang harus dilakukan, mengapa harus dilakukan, apa saja obat yang diberikan, dan sebagainya.
Komunikasi efektif antara dokter anak, orangtua, dan pasien anak akan membuat pasien anak lebih sehat, lebih bahagia, dan dokter pun lebih sukses dalam karirnya.
Mengapa Dokter Harus Sayang Anak
Bagi sebagian anak, dokter bukanlah tokoh yang disukai. Beberapa pertemuan mereka berakhir dengan pengalaman yang tidak mengenakkan. Salah satunya dengan jarum suntik.
Orangtua dapat membantu mengurangi stress anak sebelum mereka pergi ke dokter. Jelaskan pada si kecil kemungkinan yang terjadi saat ia bertemu DSA. Yakinkan bahwa tindaka dokter bertujuan untuk melindungi dirinya. Bila suntikan menjadi pilihan dokter, katakan padanya bahwa suntukan adalah salah satu cara yang dilakukan agar obat dapat masuk ke dalam tubuhnya untuk mencegah penyakit. Jujurlah bahwa suntikan itu mungkin akan terasa sakit meski akan berlangsung beberapa detik. Yakinkan bahwa mereka akan baik-baik saja.
Sementara itu DSA juga dituntut untuk dapat mengurangi stress anak saat mereka bertemu. DSA juga harus membantu meyakinkan anak bahwa tugasnya adalah untuk membantu anak-anak untuk tetap sehat. Bila dokter terpaksa melakukan penyuntikan, alihkan perhatian mereka dengan hal lain selama penyuntikan. Beberapa DSA mengalihkan perhatian anak dengan mengajukan beberapa pertanyaan menyenangkan bagi anak seperti mainan kesukaannya, sahabat dekatnya, atau acara TV kesayangannya. Ada juga yang meminta anak bersiul, meniup, atau memintanya berhitung dengan suara keras pada saat disuntik.
Kerjasama antara orangtua dan dokter sangat diperlukan agar si kecil merasa nyaman. Cerita yang saling mendukung antara dokter dan orangtua akan menghibur dan memotivasi anak. Misalnya “Dok, kakak suka banget lho sama Ben Ten”. Dokter pun dapat menimpali dengan “Wah pantas saja Kakak hebat, nggak cengeng”.
Di akhir pertemuan jangan lupa untuk memberikan pujian pada si kecil. Bukankan ia sudah melakukan apa yang diminta dokter anak? Sebaliknya, orangtua mengajak si kecil untuk mengucapkan terimakasih pada dokter. Dengan pengalaman berkesan ini diharapkan anak akan mengubah persepsi buruknya terhadap dokter, dan akan bekerjasama saat ia kembali ke dokter.
10 Tips Cepat Pulih Pasca Persalinan… December 10, 2009
Posted by noorzaza in Persalinan.Tags: pasca persalinan, tips
add a comment
Pengennya siy… ngasih tips ini ke nyokap… habisss… pemulihan pasca persalinannya pake macem-macem euy… dari stagen, jamu, param, truss segala macam pantangan yang ga ngerti deee itu buat apa… dari mulai tidur kakinya harus lurus lahh biar ga varises… trus
Pengennya siy ga diikutin… cumaaa… daripada diomelin mulu… padahal masih perlu bantuan ortu sampai nifas selesai… ya udah de diikutin aja kalo lagi ada nyokap… hehehe… kalo lagi ga ada mah… ya lupa lagiii ^_^…
Kebetulan… pas lagi buka majalah lama… ada postingan ini… langsung deh diposting… yah… biar inget pas hamil anak ketiga entar… hehehe… silahkan dibaca yaaa…
Majalah Parents Guide Juli 2009
Bingung perawatan seperti apa yang harus dilakukan pasca persalinan? Ikuti saja beberapa tips berikut ini :
Pasca persalinan bukan berarti anda sudah dapat beraktivitas layaknya sebelum hamil. Jangan pula kaget bila mendapati diri Anda mengalami berbagai hal yang kurang nyaman. Memang, terdapat sejumlah hal yang sebaiknya Anda perhatikan agar proses pemulihan dapat berlangsung relatif cepat. Nah, apa sajakah itu?
- Jangan membawa beban berat
Menurut dr. Frizar Irmansyah, SPOG (K), dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, ada baiknya jika Anda tidak dulu membawa beban berat. “Yang membatasi adalah karena kondisi ibu masih lemah dan belum pulih sehingga ibu belum dapat mengangkat beban yang terlalu berat, demikian juga pasca operasi caesar sebaiknya ibu tidak mengangkat beban berat karena disamping masih lemah juga karena nyeri operasi masih terasa. Setelah 1 bulan kondisi ibu akan kembali pulih jika ibu istirahat dan makan yang baik” katanya.
- Hadapi nifas dengan tenang dan nyaman
Masa nifas adalah masa setelah melahirkan hingga 6 minggu, tetapi ibu baru akan pulih sempurna seperti sebelum hamil setelah 3 bulan. Yang harus dilakukan adalah memulihkan kondisi fisik dan psikis dengan makan yang bergizi, olah raga dan istirahat yang cukup. “Tapi ingat jangan olahraga berlebihan, minum obat-obatan yang dapat mempengaruhi ASI dan bayi, asupan makanan kurang. Perlu diingat pada masa ini ibu harus cukup makanan yang bergizi terutama kalsium yang cukup karena produksi ASI membutuhkan kalsium, jika tidak tulang akan keropos” paparnya.
- Istirahat cukup
Minimal Anda harus tidur 8 jam sehari untuk memulihkan kondisi 4.Jangan panik jika keringat berlebih Pasalnya menyusui akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin untuk kontraksi rahim agar mengecil, hal ini membuat otot jantung memompa lebih kuat seperti olah raga sehingga ibu berkeringat.
- Bisa saja Anda jadi moody
Pasalnya, kehamilan dan persalinan menyebababkan perubahan fisik dan psikologis ibu, bagi sejumlah wanita bahkan dapat menimbulkan trauma psikologis yang hebat hingga menimbulkan gangguan kejiwaan seperti post partum blues. “Terkadang dibutuhkan obat-obatan dan terapi psikologis untuk menyembuhkannya” imbuh dr Frizar. Jadi, jika Anda merasa mudah menangis, sangat lelah, atau perasaan lainnya yang dirasa sudah mulai mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.
- Rawatlah bekas luka jahitan
Caranya, jaga kebersihan luka dengan pemberian cairan antiseptik, jaga kebersihan dengan mandi secara teratur dan bersihkan daerah kemaluan setelah BAB dan BAK dengan baik, karena jika tidak dapat menimbulkan infeksi pada bekas luka yang berasal dari kuman kotoran ibu.
- Tidak usah risaukan kram perut
Kehamilan menyebababkan jaringan tubuh mengalami pembengkakan akibat pengaruh hormon kehamilan. Hal inilah yang mengakibatkan anda kerap mengalami kesemutan atau kram. 8.Jika bekas luka terasa kencang dan gatal, itu hal biasa “Proses penyembuhan luka mengakibatkan luka menjadi kencang dan gatal, itu tidak apa-apa. Luka cukup dibersihkan saja” ucap dr Frizar
- Minumlah yang cukup
Agar anda tidak sembelit pasca persalinan
- Janganlah berhubungan seks dulu
Tidak terkecuali apakah anda melahirkan secara normal maupun melalui jalur operasi, tubuh anda butuh waktu untuk pulih termasuk organ seksual. Mayo Clinic sendiri menyatakan bahwa banyak dokter yang merekomendasikan untuk menunggu 4-6 minggu pasca persalinan sebelum memulai hubungan seksual kembali.
Sarapan Ala Jessica Seinfield… December 8, 2009
Posted by noorzaza in Makanan.Tags: Anak, Makanan, Sehat
add a comment
Kayaknya siyyy… gampanggg banget… apalagi lumayan bergizi…
Makanya… diposting disini… biar ingetttt… sarapan sehat… cepat… en bergizi… mudah-mudahan… pas di Jakarta inget buat prakteknya yaaa… hehehe… amiiinn…
Ayah Bunda November 2009
Istri komedian Jerry Seifield dan penulis buku super laris “Deceptively Delicious – Simple Secret To Get Your Kids Eating Good Food” ini punya beberapa menu menarik untuk balita anda
- Telur Dadar dapat Anda variasikan dengan aneka jenis bahan makanan sumber protein dan zat gizi lainnya, misalnya, ditambah keju, potongan daging asap dan jamur
- Muffin dengan siraman saus apel, yang dapat menjadi sumber energi si kecil untuk beraktifitas di pagi hari. Ini juga menjadi variasi penyajian buah apel
- Sandwich dapat digunakan sebagai sarana untuk menyembunyikan sayuran, bersama daging agar anak mau memakannya
- Panekuk (pancakes) dapat dipadu dengan siraman fla, saus buah, atau diisi dengan potongan apel, stroberi, dan buah lainnya.
- Roti pisang yang menggugah selera dengan keharuman aroma psang yang khas.
Jemari Terampil… December 8, 2009
Posted by noorzaza in Balita.Tags: Balita, Keahlian
add a comment
Menempel, mengelupas, dan main puzzle mengasah kemampuan grafomotor anak.
Kemampuan menulis sangat menunjang kegiatan belajar si kecil di sekolah. Lewat tangan mungilnya ia mengerjakan aneka tugas. Memang di usia 2-3 tahun ini anak belum bisa menulis. Kemampuan motorik halus atau grafomotornya baru dalam tahap menciptakan coretan-coretan. Meski begitu, bukan berarti Anda tak perlu melatih kemampuan grafomotornya. Lewat latihan yang tepat, anak semakin terampil.
- Corat – Coret
Anak belajar cara benar memegang krayon untuk menulis. Mencoretkan krayon menjadi suatu bentuk tertentu mengajarkan si kecil berkonsentrasi karena dia harus menuangkan pikirannya ke atas kergas. Jangan lupa tanyakan pada anak tentang karya yang dibuatnya dan puji dia. Selain itu, kegiatan corat-coret ini melatih kekuatan jari tangan karena si kecil harus menggenggam krayon cukup kuat agar bisa meninggalkan jejak goresan di kertas
Bantuan anda : Jangan paksa anak untuk menulis huruf. Biarkan dia mencoret-corekt sesuka hati. Beri si kecil krayon yang nyaman dia pegang dan biarkan ia mencoret-coret di atas kertas atau buku gambarnya. Ajak si kecil melakukan kegiatan ini di mejanya. Anak tak cepat lelah dan akan terbiasa menggambar atau menulis di meja dengan posisi yang benar.
- Finger Paint
Si Kecil bisa menggunakan salah satu jari atau semua jarinya untuk menciptakan berbagai kreasi bentuk. Lewat melukis dengan jari, anak melatih fleksibilitas jemarinya untuk bergerak leluasa di atas kertas. Biarkan ia menyalurkan kreativitasnya dengan mencoba melukis menggunakan warna-warna yang disukainya. Selain mengenal berbagai warna, kepercayaan diri anak pun tumbuh
Bantuan anda : Pastikan menggunakan cat yang aman. Anda juga harus siap baju si kecil kotor, maka sebaiknya siapkan pakaian yang memang Anda korbankan untuk kegiatan finger paint ini. Jangan lupa alasi lantai sekitar kegiatan anak agar terlindung dari cat yang tercecer.
- Menempel
Ada dua kegiatan menempel, yaitu menempelkan stiker ke buku stiker atau menempelkan kertas dengan lem. Bila menggunakan lem Anda bisa meminta anak menempelkan kertas yang diberi lem ke kertas atau menempelkan kedua buah kertas yang diberi lem menjadi satu. Minta anak mengoleskan lem ke kertas yang sebelumnya sudah Anda contohkan.
Bantuan anda : Sediakan stiker dengan gambar yang menarik. Anda juga bisa mengajak anak membentuk pizza dengan menempelkan stiker warna-warni ke dalam lingkaran cokelat, seakan-akan mengisi pizza dengan sayur dan daging. Pastikan anda memilih lem yang aman untuk anak-anak
- Mengelupas
Kegiatan ini memperkuat kemampuan grafomotor anak karena melatih otot-otot motorik halus. Si kecil fokus menggunakan jari jemarinya untuk melepaskan stiker yang menempel. Aktivitas ini menyenangkan karena stiker bisa dikelupas ditempelkan lagi dan dikelupas lagi.
Bantuan Anda : Jika si kecil menemui kesulitas, Anda kelupas dahulu sedikit di ujung stiker dan biarkan ia melanjutkan. Kegiatan ini lebih menyenangkan dengan mencoba menempelkan stiker di bagian tubuh anak, seperti tangan, perut, lutut, dan telapak kakinya. Selain belajar mengelupas, ia sekaligus belajar mengenal anggota tubuhnya. Pilih stiker yang ukurannya cukup besar, tak sulit dikelupas dan tidak lengket setelah dikelupas.
- Bermain puzzle
Kegiatan ini bisa membantu melatih kemampuan menulis anak karena lewat puzzle anak diminta mengenali obyek, menyeleksi obyek dari kiri ke kanan, fokus melakukan sesuatu dalam jangka waktu tertentu. Bermain puzzle juga meningkatkan rentang konsentrasi dan koordinasi mata-tangan si kecil.
Bantuan Anda : Awalnya berikan si kecil puzzle yang disertai kenop sehingga memudahkannya memegang kepingan puzzle. Mulai dengan kepingan yang jumlahnya kurang dari 10 keping dengan gambar sederhana dan ukuran keping puzzle cukup besar. Pilih puzzle yang menyertakan gambar yang sudah terangkai sebagai panduan.
Jika Tak Terampil
Si 2 tahun seharusnya sudah dapat menguasai ketrampilan motorik tertentu, semisal melompat di tempat, menendang bola, memanjat furnitur, menggenggam krayon, mencoret-coret, membuka tutup stoples. Pada kenyataannya ada anak-anak yang ketrampilan motoriknya jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Ketidakterampilan ini juga muncul pada perilakunya yang serba ceroboh (clumsy).
Ada beberapa penyebab clumsy antara lain fisik lambat matang, bentuk tubuh terlalu kurus atau gemuk sehingga menghambat kelincahan menguasai ketrampilan yang diperlukan, ada ketegangan emosional yang mempengaruhi koordinasi otot, ada kerusakan kecil di otak dan tidak ada kesempatan berlatih.
Jika penyebabnya kurang latihan motorik, ibu bisa membimbing si kecil melakukan aktivitas yang bisa mengaktifkan otot-otot tubuhnya. Untuk melatih otot motorik kasar, ajak anak melompat atau berlari. Sedangkan untuk mengasah otot motorik halus, ajak si kecil meremas dan membentuk lilin mainan, belajar menggunting, atau makan sendiri dengan sendok khusus anak.
Ayah Bunda November 2009
Agar Si Kecil Mau Minum Saat Demam… December 7, 2009
Posted by noorzaza in Penyakit.Tags: Anak, Demam, Penyakit
add a comment
Dehidrasi artinya tubuh kekurangan cairan, penyebabnya adalah kehilangan cairan atau asupan cairan tidak cukup. Dehidrasi ini bisa dehidrasi ringan, sedang atau berat tergantung berapa banyak kekurangan, bila keadaan berlanjut bisa mengancam nyawa loh!
Gejala Dehidrasi
- Mulut dan lidah kering
- Buang air kecil hanya sedikit, berwarna kuning tua atau sama sekali tidak berkemih
- Tidak ada air mata, mata cekung
- Pada bayi ubun-ubun besar cekung
Tak Harus Air Putih
Sebenarnya kita tidak selalu harus memberi air putih. Jus buah yang sejuk, teh, cairan rehidrasi oral atau sop hangat juga bisa menjadi solusi bila anak menilak minum. Pokoknya berikan cairan yang rasanya cukup baik, aman untuk anak-anak, tidak mengandung soda atau bahan pengawet, dan juga tidak mengandung kafein atau terlalu manis karena dapat merangsang muntah. Pada bayi yang masih menyusui, tetaplah disusui sambil diberikan tambahan cairan bila dia sudah tidak ASI Eksklusif.
Pada anak demam, selain kehilangan cairan secara langsung, rasa tidak enak seperti mual, kehilangan selera makan atau pun keadaan yang sering menyebabkan demam seperti nyeri tenggorokan atau nyeri menelan menyebabkan asupan jadi berkurang.
Minum pada anak yang mengalami demam bisa mengatasi dehidrasi. Akan tetapi hanya bisa diberikan pada anak yang sakit ringan, atau bila dehidrasinya tidak berat, karena pada anak dengan dehidrasi berat, misalnya sampai keadaan lethargic (kecenderungan untuk tidur karena penurunan kesadaran) tidak mungkin diberi minum sehingga diperlukan pemberian cairan intravena (infus).
Jangan Panik!
Pada anak-anak dengan dehidrasi ringan sampai sedang umumnya mereka masih bisa minum, tetapi memang sulit karena mulut kadang terasa pahit, tidak enak di perut dan tidak semangat. Untuk itu orangtua tentunya harus menganjurkan anak untuk tetap mau minum.
Yang pertama kali harus dilakukan adalah jangan panik, bila anak masih aktif, mau bermain, serta masih mau minum walaupun sedikit, berarti masih bisa kita usahakan asalkan kita tenang. Memang, hal ini tidak gampang, karena rasa tidak enak ataupun keadaan yang menyebabkan demam seperti nyeri tenggorok menjadi kendala. Dianjurkan minum diberikan dalam jumlah sedikit-sedikit (memakai sendok atau syring) sesering mungkin dibandingkan kita berusaha memasukkan sejumlah besar cairan dalam sesaat. Minum terlalu banyak cairan dalam waktu singkat malah dapat menyebabkan muntah.
Tabloid Mom & Kiddie, Edisi 14 Tahun III
Anak Demam, Jangan Kompres dengan Air Dingin… December 7, 2009
Posted by noorzaza in Penyakit.Tags: Anak, Demam
add a comment
Yah… maklum dee… punya anak kecil 2… yang kalo sakit kan rata-rata demam gituh… makanya ini mesti dicatettt… biar kalo ahnaf ato nadhiifa sakit bisa inget…
Sekedar pencegahan siyyy… mudah-mudahan siyy mereka sama sekaliii ga sakittt… amiiinnn…
Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III
Anak yang terkena demam tinggi dapat mengganggu proses metabolisme di dalam tubuhnya. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu tubuhnya adalah dengan mengompres. Namun, Ibu perlu mengetahui bahwa kompres dengan es atau air dingin sesungguhnya sudah ketinggalan zaman dan tak lagi efektif.
Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak. Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. Sebab, jika tubuh dikompres es atau air dingin, suhu tubuhnya tak turun, malah semakin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasikan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas.
Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. Kompres dingin juga bisa membuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Syaraf-syaraf yang digunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas.
Dengan mengompres diharapkan dapat menurunkan suhu yang dibawa oleh aliran darah. Oleh sebab itu, lebih baik bila pengompresan itu dilakukan di bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, yakni di lipat paha, ketiak atau leher, bukan di dahi seperti yang ibu lakukan.
Saat Tepat Mengompres
Pada intinya, kompres dilakukan untuk membantu bekerjanya obat-obat yang telah diberikan. Jangan lupa, anak pun konidisinya harus bagus, seperti minumnya bagus. Jadi, kompres bukan segala-galanya. Pengobatan pun harus diutamanya. Memang, kompres bisa menjadi segala-galanya dalam keadaan darurat. Misalnya malam hari dimana kebetulan persediaan obat di rumah tak ada sama sekali. Nah, kompres boleh-boleh saja dilakukan.
Batas waktu untuk mengompres biasanya antara 15-30 menit. Untuk memandunya, orangtua harus memiliki termometer. Kalau panas tidak tinggi, tak perlu dikompres. Kompres baru digunakan bila suhu tubuh si kecil berkisar lebih dari 39 derajat celcius.
Massage Payudara Meningkatkan Volume ASI… December 7, 2009
Posted by noorzaza in ASI.Tags: ASI, Payudara
2 comments
Momspasti menginginkan agar payudara tetap indah selama menyusui. Sebenarnya yang mengubah bentuk payudara bukanlah aktivitas menyusui namun pada saat proses kehamilan.
Jangan khawatir, selalu ada cara agar payudara tetap terlihat indah dan kencang. Moms bisa melakukan massage payudara sendiri dan dipraktekkan langsung pada hari kedua pasca melahirkan sebanyak dua kali sehari.
Yang paling penting, semua gerakan pijatan bermanfaat melancarkan refleks pengeluaran ASI. Hal ini merupakan cara efektif untuk meningkatkan volume ASI
Langkah-langkah Massage Payudara
Cucilah tangan sebelum massage
Tuang baby oil pada kedua telapak tangan secukupnya. Pengurutan dilakukan dengan ujung jari, caranya :
Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Lakukan gerakan kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan, mulai dari pangkal payudara dan berakhir dengan gerakan spiral pada daerah puting susu.
Buat gerakan memutar sambil menekan dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu di seluruh bagian payudara. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kanan.
Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urutkanlah dari tengah ke atas sambil mengangkat kedua payudara dan lepaskan keduanya perlahan. Lakukan gerakan ini kurang lebih 30 kali. Variasi lainnya dengan gerakan oayudara kiri dengan kedua tangan, ibu jari di atas dan empat jari lainnya di bawah. Peras dengan lembut payudara sambil meluncurkan kedua tangan ke depan ke arah puting susu. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kanan.
Cobalah posisi tangan paralel. Sangga payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah pangkal payudara ke arah puting susu. Lakukan gerakan ini sekitar 30 kali. Setelah itu, letakkan satu tangan di sebelah atas dan satu lagi di bawah payudara. Luncurkan kedua tangan secara bersamaan ke arah puting susu dengan cara memutar tangan. Ulangi gerakan ini sampai semua bagian payudara terkena pijatan.
Tabloid Mom & Kiddie Edisi 14 Tahun III



